Pembelajaran Multimedia BK Selama Satu Semester
Perkenalkan, nama saya Bintang Noer Rochmad dengan NIM 250111623626. Saya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Malang Departemen Bimbingan dan Konseling.
Blog ini saya buat sebagai media untuk mencatat berbagai pengalaman belajar yang saya dapatkan selama semester 2 di mata kuliah Multimedia BK yang diampu oleh Ibu Rizka Apriani, S.Pd., M.Pd. Selama mengikuti mata kuliah ini, saya memperoleh banyak pengalaman baru mengenai media apa saja yang bisa digunakan saat melakukan layanan BK agar layanannya menjadi lebih kreatif dan menarik.
Selama menjalani mata kuliah ini, saya merasakan memiliki pengalaman yang sangat berbeda, karena secara langsung saya mencari tahu sendiri media apa yang bisa saya gunakan saat layanan BK nanti. Berikut ini adalah beberapa pengalaman, proses, pembelajaran yang saya peroleh dalam mata kuliah multimedia BK.
1. Media dan Media BK

Pada mata kuliah Media BK, saya belajar banyak hal tentang penggunaan media dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Materi yang dipelajari mencakup pengertian multimedia BK, tujuan penggunaan media, fungsi media dalam membantu proses layanan, serta manfaat media bagi guru BK maupun peserta didik. Selain itu, saya juga memahami prinsip-prinsip pembuatan media BK agar media yang dibuat tidak hanya menarik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan, usia, dan karakter siswa.
Di perkuliahan ini saya juga diperkenalkan dengan berbagai jenis media yang bisa digunakan dalam layanan BK, seperti poster digital, video edukasi, podcast, animasi sederhana, PowerPoint interaktif, hingga aplikasi digital seperti Canva, Quizizz, dan Kahoot. Dari materi tersebut saya menyadari bahwa media BK sangat membantu agar layanan menjadi lebih menarik, tidak membosankan, dan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Tidak hanya belajar teori, saya juga mendapatkan pengalaman praktik membuat media BK secara langsung. Kegiatannya dimulai dari menentukan topik layanan, menyusun isi materi, memilih desain yang cocok, sampai membuat media yang mudah dipahami dan komunikatif. Dari proses tersebut, saya belajar menjadi lebih kreatif, mampu bekerja sama dengan teman satu kelompok, serta lebih terampil menggunakan teknologi untuk mendukung layanan BK di era digital saat ini.
2. Media Komunikasi Visual dan Rumus Excel

Pada materi Media Visual dan Rumus-Rumus Excel, saya mempelajari bagaimana media visual dapat dimanfaatkan sebagai pendukung dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Media visual membantu penyampaian informasi kepada peserta didik karena tampilannya bisa dibuat lebih menarik, sederhana, dan mudah dipahami. Dengan adanya media visual, materi layanan BK yang awalnya terlihat biasa dapat disajikan dengan lebih kreatif sehingga siswa menjadi lebih tertarik untuk memperhatikan dan memahami isi materi yang disampaikan.
Selain belajar tentang media visual, saya juga memperoleh pengalaman baru dalam menggunakan Microsoft Excel, terutama dalam memahami beberapa rumus dasar untuk mengolah data. Saya memahami bahwa Excel tidak hanya digunakan untuk membuat tabel, tetapi juga sangat membantu dalam mengolah data angket, hasil observasi, dan data peserta didik dalam layanan BK. Beberapa rumus yang dipelajari memudahkan saya dalam menghitung jumlah data, persentase, skor, serta membuat rekapitulasi data dengan lebih cepat, rapi, dan efisien.
3. Sumber Materi Visual & Lisensi Penggunaan

Pada materi Sumber Materi Visual dan Lisensi Penggunaan, saya mempelajari pentingnya memahami aturan dalam memakai gambar, ilustrasi, video, ikon, dan berbagai elemen visual lainnya untuk membuat multimedia BK. Dari materi ini, saya memahami bahwa setiap karya visual memiliki hak penggunaan yang harus diperhatikan agar media yang dibuat tidak melanggar hak cipta. Saya juga belajar tentang beberapa jenis lisensi, seperti hak cipta, bebas royalti, Creative Commons, dan domain publik.
Selain mempelajari jenis-jenis lisensi, saya juga dikenalkan dengan beberapa platform penyedia sumber materi visual, seperti Freepik, Pexels, Unsplash, Shutterstock, dan Adobe. Dari platform-platform tersebut, saya belajar cara mencari gambar atau elemen desain yang sesuai dengan kebutuhan media BK sambil tetap memperhatikan aturan penggunaannya. Materi ini membuat saya lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih bahan visual agar media yang dibuat tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan legal untuk digunakan.
4. Korsel Sumber Visual

Pada materi ini, saya mempelajari berbagai sumber visual digital yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran BK. Saya dikenalkan dengan beberapa platform penyedia aset visual seperti Freepik, Flaticon, Pexels, dan Unsplash yang menyediakan ilustrasi, ikon, serta foto berkualitas tinggi untuk kebutuhan desain. Adanya platform-platform tersebut sangat membantu proses pembuatan media pembelajaran agar terlihat lebih menarik dan profesional tanpa harus khawatir mengenai aturan lisensi penggunaan.
Melalui tugas membuat presentasi carousel, saya belajar cara menyusun konten yang tidak hanya berisi informasi, tetapi juga nyaman dilihat secara visual. Dalam prosesnya, saya harus mempertimbangkan banyak hal, seperti mengatur tata letak, memilih perpaduan warna yang sesuai, dan menyesuaikan elemen visual dengan isi materi agar pesan yang disampaikan tetap singkat, jelas, dan mudah dipahami. Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa isi materi dan tampilan visual harus seimbang agar media pembelajaran dapat menjadi lebih efektif.
Selain belajar tentang desain, kegiatan presentasi dan perekaman video dalam tugas ini juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi saya. Saya belajar bekerja sama dengan anggota kelompok, membagi tugas dengan baik, serta melatih rasa percaya diri saat menyampaikan materi di depan kelas. Dari proses tersebut, saya menyadari bahwa komunikasi yang baik dan kerja sama tim yang solid sangat penting agar sebuah tugas dapat diselesaikan dengan maksimal dan menghasilkan hasil yang memuaskan.
5. Observasi SMAN 8 Malang

Pada kegiatan observasi di SMAN 8 Malang, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga karena bisa melihat secara langsung kebutuhan media layanan BK di sekolah. Kegiatan ini dilakukan bersama kelompok dengan membuat instrumen analisis kebutuhan multimedia Bimbingan dan Konseling, terutama pada layanan bidang belajar. Dari kegiatan tersebut, saya memahami bahwa sebelum membuat media BK, calon guru BK perlu mengetahui terlebih dahulu kebutuhan peserta didik agar media yang dibuat benar-benar sesuai dan bermanfaat bagi mereka.
Dalam observasi ini, kelompok kami juga melakukan wawancara dengan guru BK di SMAN 8 Malang. Dari hasil wawancara tersebut, kami mendapatkan informasi tentang kondisi peserta didik, layanan BK yang sudah dilaksanakan, serta kebutuhan media yang dapat membantu layanan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Setelah semua data terkumpul, kami mengolah hasil observasi dan menyusunnya dalam bentuk presentasi analisis kebutuhan media BK. Kegiatan ini membantu saya belajar menjadi lebih teliti saat menyusun instrumen, lebih percaya diri ketika melakukan wawancara, serta mampu bekerja sama dengan anggota kelompok dalam mengolah dan mempresentasikan hasil observasi.
6. E-Book
Pada tugas pembuatan e-book, saya mendapatkan pengalaman baru dalam membuat media layanan BK berbasis digital. Dalam mata kuliah Teori dan Pengembangan Multimedia Bimbingan dan Konseling, saya membuat sebuah e-book multimedia berjudul “Strategi Persiapan Ujian”. E-book tersebut membahas tentang bagaimana menyiapkan strategi saat menghadapi ujian.
Melalui tugas ini, saya belajar menyusun materi agar lebih teratur, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca. Saya juga belajar menggunakan bahasa yang sesuai untuk peserta didik, membuat tampilan halaman yang menarik, serta menambahkan elemen visual supaya isi e-book tidak terlihat membosankan. Dalam proses pembuatannya, saya memanfaatkan Canva untuk membantu mengatur layout, memilih warna, menambahkan gambar, dan membuat tampilan e-book menjadi lebih menarik serta komunikatif.
7. Vlog E-Book
Pada materi Microsoft Excel, saya mempelajari bagaimana penggunaan Excel dapat membantu proses pengolahan data menjadi lebih teratur, cepat, dan efisien. Dalam layanan Bimbingan dan Konseling, pengelolaan data sangat penting karena guru BK sering menangani berbagai data peserta didik, seperti hasil angket, observasi, asesmen kebutuhan, dan rekap layanan. Dari pembelajaran ini, saya memahami bahwa Excel tidak hanya digunakan untuk membuat tabel, tetapi juga sangat membantu dalam mempercepat proses pengolahan dan analisis data.
Selama mempelajari materi ini, saya dikenalkan dengan beberapa rumus dasar Excel yang berguna untuk mengolah data layanan BK. Rumus-rumus tersebut dapat digunakan untuk menghitung jumlah data, nilai, persentase, rata-rata, hingga merekap hasil pengisian instrumen. Dengan menggunakan rumus Excel, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi lebih mudah, cepat, dan dapat mengurangi kesalahan. Dari kegiatan ini, saya juga belajar pentingnya ketelitian saat memasukkan data dan menggunakan rumus yang sesuai.
10. Pameran Multimedia Kelompok 8
Komentar
Posting Komentar